“Ikutlah resam padi, makin berisi makin tunduk,
jangan ikut resam lalang, makin berisi makin meninggi”

Pepatah ini mengajar kita supaya jangan sombong pabila ilmu penuh di dada, ataupun pabila sudah berada. Sifat sombong dan riak itu bukanlah sifat kita, tetapi sifat Dia. Kerna Dia miliki segala-galanya. Namun nukilanku ini bukanlah berunsurkan sifat sombong itu, tetapi menjurus kepada motivasi diri untuk menjadi lebih baik.

Andai dibezakan yang manakah lebih baik, tentulah sang padi. Kerna ia sumber rezeki petani, sumber makanan manusia. Lalang? Ia hanya menyesakkan mata, tak lebih dari itu. Bagi padi, ia harus disemai, dibaja dan dituai sebelum kita menikmati kebaikannya. Lain pula halnya lalang, tumbuh melata, subur serata, tanpa dipinta.

Gambar hiasan

Apa yang ingin kuperkatakan disini adalah hal-hal kebaikan hanya bole didapati jika dicari dan disemai, ia tidak datang begitu sahaja. Namun, hal-hal kejahatan ada di mana-mana, tanpa perlu dipinta, tanpa perlu disemai.

Dan, di mana kita?

- Mencari kebaikan, mencari kejahatan.. atau
- Mencari kebaikan, mengabaikan kejahatan.. atau
- Mengabaikan kebaikan, mencari kejahatan.. atau
- Mengabaikan kebaikan, mengabaikan kejahatan..

Tepuk dada, tanya akal…